(Petualangan Ari) Akhir dari Permulaan


bokepdo – Koleksi cerita dewasa terbaru 2017, Cerita bokep artis terbaru, kumpulan cerita hot indo ABG SMP SMA Mahasiswi, kisah lucah melayu, Kisah Seksi Panas Terbaru. Tante Girang, Janda, Sedarah, Guru, Pembantu, Sekretaris, Mertua, Ayah, Ibu, Anak, Kakak adik.

threesome

Untuk cerita bokep Petualangan Ari episode sebelumnya, silahkan KLIK DISINI

Sudah hampir dua minggu, aku menjalani kehidupan bagaikan di kahyangan dengan dua orang bidadari cantik yang selalu siap melayani nafsu binatangku dengan sangat buasnya. Karena alasan itu akhirnya Tante Hani mengatur jadwal para pembantunya agar tiap pagi membersihkan kamar tidur di lantai atas terlebih dahulu, kemudian ia melarang para pembantunya untuk naik setelah pekerjaan mereka selesai sekitar pukul sepuluh. mereka hanya diperbolehkan di lantai bawah untuk melanjutkan membersihkan rumah, memasak dan mencuci.

Ini membuat lantai atas, tempat kamar tidur kami semua, menjadi bebas dari orang lain setelah jam sepuluh. ketika kedua orang pembantu tante Hani membersihkan kamar atas, biasanya kami sarapan sebentar, lalu aku akan menarik daster mereka (mereka selalu memakai daster longgar saat sarapan di lantai bawah) dan aku akan menyetubuhi mereka bergantian. tidak ada urutan. kadang Tante Hani duluan, kadang Mbak Vidya. mereka tidak memakai BH atau celana dalam bila memakai daster di dalam rumah membuat aksesku ke payudara dan memek mereka menjadi gampang. setelah jam sepuluh dan kami kembali ke atas, kami semua akan telanjang bulat tanpa berpakaian sampai malam dan kami akan tidur bersama di kamar Tante Hani.

Tiga hari sebelum ibuku datang, aku bahkan menjadi lebih liar karena kami tidak tahu apakah nanti hubungan threesome ini dapat terus berlangsung bila ibu sudah datang. sorenya, biasanya kami mandi bersama, namun aku begitu bernafsu sehingga aku mengajak mereka ngentot dan setelah selesai aku minta mereka tetap di kamar tidur Tante Hani dan terus berpelukan. Tante Hani di kanan, Mbak Vidya di kiri. mereka berdua tiduran miring menghadapku, sementara badanku telentang. Aku menciumi bibir mereka satu persatu. selama dua tiga menit aku akan mencium bibir Tante Hani dan dua tiga menit kemudian Mbak Vidya dan aku yang berciuman.

Kami menyukai kedekatan kami ini. di hari-hari seperti ini, kami bertiga bagaikan kembar tiga yang jarang berpisah. kami terkadang berbicara mengenai hubungan cinta kami, kadang mengenai masa depan, kadang mengenai harapan-harapan kami, kadang saling melontarkan gurauan sambil saling meraba dan mencium satu sama lain. Dan bila kontolku sudah mengeras, kami akan bersenggama lagi sampai aku kembali lemas. Kemudian kami akan memulai siklus yang sama, kami akan saling berpelukan dan meraba dan ciuman lagi saling berbicara dan berkasihan sampai waktunya bersetubuh lagi. sungguh indah sekali hubungan kami.

Terkadang aku akan minta Tante Hani dan Mbak Vidya membuka mulut mereka, lalu aku akan meludahi mulut dan lidah mereka secara perlahan, Tante Hani dan Mbak Vidya akan melumat ludahku dan setelah dimainkan di rongga mulut, ludahku akan ditelan keduanya. Terkadang aku meminta Mbak Vidya meludahi tubuh ibunya untuk kemudian aku jilati tubuh telanjang Tante Hani di mana ludah Mbak Vidya yang hangat itu berada. biasanya tanganku akan mengubek-ubek kemaluan mereka saat kami asyik berinteraksi satu sama lain.

Saat memek Tante Hani basah sekali dan ia mulai horny padahal kontolku masih loyo, maka aku menyuruh tante Hani menduduki dada anaknya, dan kusuruh Tante Hani menggeseki kelaminnya ke dada dan perut anaknya, sementara jariku asyik mengobok-obok memek Mbak Vidya sambil berciuman secara french kiss dengan Mbak Vidya, sementara tangan yang satu meremasi tetek Tante Hani. Aku menyuruh Tante Hani menggesekkan kelaminnya ke sekujur tubuh anaknya sampai ia orgasme. ketika sudah orgasme, aku akan suruh mereka melakukannya lagi dengan posisi yang dibalik, dengan Mbak Vidya yang menggeseki memeknya ke tubuh ibunya.

Alhasil mereka berdua akan memiliki dua buah bau tubuh, bau tubuh mereka sendiri dan bau tubuh satu sama lain. lalu aku akan menjilati memek salah satu dari mereka sementara yang lain akan tiduran di paha perempuan yang sedang kujilati disampingku, menghadap ke arah aku. setelah lima enam kali jilatan pada memek aku akan menjilat lidah perempuan yang tiduran di sampingku itu untuk mentransfer cairan memek dari yang satu ke mulut dan lidah yang lain. terkadang aku dan yang satu akan mengeroyok menjilati memek yang lain hingga dia orgasme.

Bahkan, setiap aku ingin kencing, aku jejalkan kontolku ke mulut Tante Hani dan Mbak Vidya, untuk perlahan aku kencing ke dalam mulut mereka bergantian hingga pipisku habis. sementara bila mereka yang ingin kencing, kami harus ke toilet karena biasanya air kencing itu akan ada yang tumpah ke seprai bila kami minum di tempat tidur. Bila aku ingin kencing sementara kontolku tegang, aku biasanya menghujamkan kontolku ke dalam memek salah satu dari mereka di dalam toilet dan sambil aku memeluk, aku akan mengencingi rahim mereka. sementara yang satunya lagi akan menunggu di bawah tubuh kami untuk menjilati air yang keluar dari celah memek yang sedang dimasuki kontolku itu. terkadang aku kencing di anus mereka.

ngentot di toilet

entah berapa kali kami bersetubuh dan menukar cairan tubuh kami, yang jelas kami semua kecapekan dan akhirnya tertidur juga.

Esoknya saat kami baru mulai sarapan. Aku duduk diapit kedua perempuan sekeluargaku itu. hidungku mencium bau tubuh mereka yang perlahan menjelajahi rongga hidungku. dapat kucium bau tubuh Mbak Vidya yang bercampur dengan bau memek ibunya, juga bau Tante Hani dengan wangi memek anaknya. Maka kataku,

“Mulai hari ini sampai hari ketika kita jemput Mama, kalian berdua tidak boleh mandi.”

Mereka berdua terkejut dan Mbak Vidya yang duluan berkata,

“tapi kami berdua bau, de…”

“Ya. bau tubuh kalian itu Ari suka banget. kalau kalian mau dientot Ari, jangan mandi.”

Aku menarik tubuh Mbak Vidya yang sedang makan pisang sehingga ia berdiri, menarik celana pendeknya, hingga tersisa baju sweeater warna putihnya, memutar tubuhnya sehingga menungging, lalu mendorongnya hingga ia tengkurep di atas meja makan dan mulai menjilati memeknya yang tidak lama kemudian basah. bangku Mbak Vidya kudorong menjauhi kami. tak lama memeknya basah dan aku mendorong tubuh Mbak Vidya hingga ia nungging dengan tubuhnya di meja makan, mendorong jatuh piring makan dan selai dan box sereal, lalau aku menjebol memek kakak sepupuku itu entah ke berapa kalinya dalam minggu ini.

ngentot di meja

Makanan yang berserakan membuatku mendapatkan ide brilian. aku yang saat itu makan sereal dengan susu kental, akhirnya menelanjangi mbak vidya tanpa sehelai benangpun lalu mengambil sesendok sereal dari mangkokku dan menaburkannya di payudara kiri Mbak Vidya yang sudah telanjang bulat untuk kemudian aku mulai lumat dada montok itu. beberapa kali aku menuang dan menjilat, aku pikir agak ribet karena posisinya menungging. maka aku berkata pada tante Hani,

“Tante yang suap sereal ke mulut Tante lalu balurin ke badan Mbak Vidya.”

Maka Tante Hani memasukkan sereal ke mulutnya lalu dengan berjingkat dari samping meludahi dada anaknya dengan sereal dan susu yang langsung aku lahap dengan penuh nafsu dibarengi pantatku yang maju mundur dengan cepat dan keras. memek Mbak Vidya begitu basah tanda bahwa ia menyukai dijadikan piring oleh kami berdua.
Tante Hani terus saja melolohi sekujur dada Mbak Vidya dengan sereal sementara aku dengan bersemangat selalu menyapu bersih seluruh area tetek kakak sepupuku itu. Hanya saja dengan cepat sereal itu habis.

“Mau dibuatin lagi?” tanya Tante Hani.

Aku menggeleng karena aku lihat tangan Mbak Vidya masih memegang pisang yang baru digigit dua kali.

“Mbak Vidya makan pisangnya, nanti bagi aku setengah.”

Mbak Vidya tersenyum nakal dan mulai mengunyah pisangnya hingga terpotong kecil-kecil dan diselimuti ludah dari mulutnya. tak berapa lama ia membuka mulut dan mendorong pisang di mulutnya dengan lidahnya. Aku segera menindihnya di meja makan, lalu menyendok sebagian pisang itu dengan lidahku lalu kami asyik mengunyah. dengan cepat Mbak Vidya mengunyah pisang itu sebagian demi sebagian untuk kemudian di baginya sebagian kepadaku. sambil sarapan kami terus ngentot. ketika kunyahan terakhir kami berlangsung, kami tidak langsung mengunyah sendiri-sendiri seperti biasanya, tetapi kami berciuman dengan lidah sambil mengaduk-aduk pisang yang sudah lumat itu dalam mulut kami yang terbuka namun menempel. kami saling menghisap dan meludah sementara sedikit banyak liur dan bongkah kecil pisang keluar dari mulut kami. saat itu Mbak Vidya memelukku erat-erat dengan tangan dan kedua kakinya yang melingkari kedua kakiku dan kurasakan memeknya mengeluarkan cairan yang merembes keluar cepat. rupanya ia orgasme.

setelah satu dua menit badan Mbak Vidya melemas sementara kami masih berpelukan di atas meja dan mulut kami masih penuh pisang. maka aku mengambil sebagian besar pisang itu sementara Mbak Vidya membuka mulutnya lebar-lebar. setelah bagianku habis, kusuruh Mbak Vidya membuka mulutnya terus lalu aku mulai menjilati rongga mulutnya sampai sisa-sisa pisang habis kujilati dan kuhisap.

Aku belum sampai. kulihat Tante Hani sedang mengangkang dan memainkan jarinya di klitorisnya. dasternya sudah ditarik ke perut.

ngentot di meja

kusuruh Tante Hani nungging. dasternya kusingkap sampai pundak. Tubuhnya yang semok memiliki lekak lekuk yang yang tidak dimiliki oleh ibuku maupun Mbak Vidya yang ramping. dengan penuh rasa geram karena birahi, aku taruh kontolku di depan lubang memeknya yang sudah banjir lalu aku hujamkan kontolku dalam-dalam. kontolku masuk dengan mudah karena bantuan cairan walaupun memek Tanteku itu masih terasa cengkeramannya. itu yang aku sukai dari keluargaku. tampaknya ibu dan tanteku menikahi lelaki dengan kontol kecil sehingga bila aku mengentot mereka, jepitan memek keduanya masih menggigit.

Mbak Vidya sedang minum jus apelnya secara perlahan. aku jadi punya ide lagi.

“Kumur-kumur, Mbak. terus semprot perlahan di tubuh ibumu.”

Mbak Vidya mendekat lalu mulai kumur-kumur lalu meludahi bagian tengah punggung putih Tante Hani di antara belikat sampai jus apelnya habis. karena tubuh itu miring, maka airnya turun cepat, sehingga aku harus cepat juga menempelkan lidahku di tengah punggung tanteku yang seksi itu. ketika airnya habis, masih ada bulir-bulir pisang yang belum terlumat habis dan tertelan oleh Mbak Vidya sehingga menempel di bekas genangan jus apel di antara belikat tante Hani tampak butir-butir pisang. sambil mengocok-ngocok memek sempit Tanteku, aku perlahan menjilati punggung basah tanteku itu yang kini berasa apel. ketika lidahku menyentuh butir pisang, aku mengenyotnya sekalian dengan punggung si Tante meninggalkan berkas merah.

Mbak Vidya senang sekali melihat aku menikmati bekas mulutnya, ia kemudian mengambil pisang lagi dan mengunyahnya kembali, lalu mengusapinya di memeknya yang memang basah, lalu menyuapi aku. kini aku menghajar pantat tante Hani dengan sangat keras karena nafsuku sudah di ubun-ubun. Tante Hani juga mengeluarkan suara erangan ketika kontolku bertubi-tubi merojok-rojok mahkota kehormatannya, seakan ingin menjebol liang senggamanya itu.

Mbak Vidya terus saja mengunyah dan mengusap pisang di memeknya sebongkah demi sebongkah untuk disuapkannya kepadaku. pisang itu kini berada di memek kakak sepupuku dan aku menyukainya. aku hampir tak tahan lagi, melihat itu, Mbak Vidya memegang setengah pisang yang tertinggal, mengusapnya di memeknya dengan keras sehingga ada bagian yang masuk lubangnya,

pisang

lalu menempelkan pisang itu di hidungku sehingga bau memeknya kucium dengan jelas membuatku membabi buta menggagahi kemaluan tante kandungku yang sedang nungging. Tante Hani melenguh keras dan kurasakan memeknya mengejang dan mengeluarkan cairan, menyebabkan aku ejakulasi di dalam memek Tante Hani, sedangkan mbak vidya masih asyik menyentuh2kan pisang di memeknya ke hidungku.

Akhirnya Kudorong Mbak Vidya sehingga ngangkang di atas sofa di samping meja makan, lalu setelah ejakulasi ketiga, aku cabut kontolku dan kumakan pisang di memek kakak sepupuku yang berada di sofa itu sehingga pisang itu seakan terbenam di memek tante vidya karena bagian yang nyembul keluar telah aku makan, air kenikmatanpun terus mengucur dalam memek mbak vidya sehingga membasahi sofa yang biasa juga di gunakan untuk tidur itu.

vidya

sebelum akhirnya aku colek pisang yang terbenam di memeknya dan aku makan pisang yang kini terasa sebagai campuran memek Mbak Vidya dan Tante Hani itu.

Dua hari lagi ibuku akan datang, pikirku. maka aku harus memanfaatkan waktu baik-baik. sepanjang hari kami di kamar hanya di kamar Tante Hani tanpa busana dan saling mencintai dan bermesraan sepanjang hari. bibirku selalu menciumi, menjilati dan menyupang tante Hani dan Mbak Vidya. sehingga keesokan harinya, hampir seluruh anggota badan mereka berdua penuh dengan tanda cupanganku. bahkan saat makan, kami saling melolohkan makanan satu sama lain dan bercinta juga.

Bersambung


LAPORKAN JIKA ADA FILE RUSAK/TIDAK BISA DIDOWNLOAD DISINI
Widget is loading comments...